Tokyo, Humas—Tiga tim riset MAN Insan Cendekia OKI yang menjadi delegasi Indonesia pada ajang Japan Design, Idea, and Invention Expo (JDIE) 2025 berhasil raih tiga medali perak. Ketiganya harus bersaing dengan 366 tim lainnya dari 25 negara peserta.

Prestasi ini mengharumkan nama Indonesia pada ajang bergengsi tahunan yang diselenggarakan di Haneda, Tokyo, Jepang. Selain MAN IC OKI, Indonesia juga mengirimkan tim dari SMA 1 Denpasar, SMAN 3 Samarinda, Universitas Indonesia, Universitas Pertahanan, dan beberapa kampus lainnya.

President WIFA (penyelenggara JDIE), Manli Hsieh, sebut Indonesia jadi salah satu negara dengan peserta terbaik dari segi penemuan dan kebermanafaatan penelitian.

Tim pertama, Rayyan dan Azzam mengembangkan NeuroSky sebagai media pembacaan otak. Penemuan ini dikembangkan secara robotik dan komputasi yang berguna untuk melihat tingkat stres dalam ilmu psikologi terapan.

Tim Kedua, terdiri dari 4 orang, Nabilah, Faiza, Junita, dan Raida mengembangkan Batik Imersif atau media literasi batik Indonesia secara virtual. Penelitian RnD ini ditujukan juga untuk meningkatkan literasi bagi penggunanya.

Tim ketiga, terdiri dari Syarah, Syaikhah, dan Fanny. Mereka menciptakan Morica Bubbly Eczema Tabsoap atau sabun tab berbusa yang diformulasikan khusus untuk meredakan gejala eksim seperti gatal, kemerahan, dan iritasi pada kulit.

MAN Insan Cendekia OKI menjadi satu-satunya madrasah yang berhasil mengirimkan timnya dan menjuarai JDIE ini.

Kepala Madrasah, Komariah Hawa, sebut MAN Insan Cendekia OKI tengah fokus pada pengembangan madrasah riset untuk madrasah mendunia.

“Kita ikuti seleksi-seleksi dan kompetisi riset nasional dan internasional. Benefitnya banyak sekali. Seperti JDIE ini kan ajang bergengsi di tingkat Asia. Adanya MAN IC membuktikan kita juga bisa sepanggung dengan sekolah dan kampus kelas dunia”, ungkap Komariah.

Salah satu peserta, Nabilah mengungkapkan kebahagiannya setelah keberhasilannya meraih medali.

“Alhamdulillah, capaian luar biasa kami. Setelah berbulan-bulan berproses sampai pada meraih medali”, ungkap Siswi asal Kalimantan Selatan ini.

Sebelumnya, siswa harus mengikuti berbagai tahapan seleksi dan penelitian sejak Januari 2025.

Adapun 366 tim peserta yang berasal dari 25 negara, yaitu 1. Taiwan, 2. Romania, 3. Saudi Arabia, 4. Mainland China, 5. Thailand, 6. Malaysia, 7. Philippines, 8. Vietnam, 9. Myanmar, 10. Cambodia, 11. Canada, 12. United States, 13. Jordan, 14. Indonesia, 15. Iran, 16. Japan, 17. South Korea, 18. Sri Lanka, 19. Poland, 20. Russia, 21. Serbia, 22. Moldova, 23. Morocco, 24. Bulgaria, dan 25. Laos.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *