Semarang, 3 September 2026 — Prestasi gemilang kembali ditorehkan MAN Insan Cendekia OKI di panggung internasional. Sebanyak 90 murid berhasil raih 15 medali pada Indonesia International Invention Expo (IIIEX) 2026, sebuah ajang inovasi dan invensi internasional yang mempertemukan ratusan tim dari 7 negara.

IIIEX 2026 berlangsung pada 1–3 September 2026 di Politeknik Negeri Semarang (Polines) dan diselenggarakan dalam format offline dan online. Berdasarkan informasi yang dipublikasikan penyelenggara, kompetisi ini diikuti 252 tim, terdiri atas 122 tim offline dan 130 tim online, dengan peserta dari tujuh negara, yakni Indonesia, Thailand, Hong Kong, Bangladesh, Vietnam, Korea, dan India.

Di tengah persaingan internasional tersebut, MAN IC OKI tampil dengan kekuatan 15 tim dan 90 murid yang mengikuti kompetisi secara langsung di Politeknik Negeri Semarang. Keikutsertaan dalam jumlah besar ini sekaligus menunjukkan keseriusan madrasah dalam membangun budaya riset, inovasi, kolaborasi, dan kompetisi di kalangan murid.

15 Tim, Gagasan Beragam, Prestasi Membanggakan

Para murid MAN IC OKI menghadirkan beragam gagasan inovatif yang bersentuhan langsung dengan persoalan kehidupan. Topik yang dikembangkan mencakup ilmu sosial, pangan, kimia, lingkungan, bioteknologi, fisika dan rekayasa, hingga elektronik dan Internet of Things (IoT).

Di antara karya yang mencuri perhatian adalah VISCON, inovasi berbasis Virtual Reality dan sinematik untuk memvisualisasikan dampak depresiasi nilai rupiah; TRIVOLT, genteng geopolymer yang mengintegrasikan pemanenan energi surya, termal, dan triboelektrik; serta LOKA, platform digital yang menggabungkan kewirausahaan murid dan literasi keuangan melalui student trust score dan parent dashboard.

Tim Blossom juga menghadirkan inovasi di bidang Social Science melalui pengembangan “Cultural Shock Assistant”, sebuah situs berbasis kecerdasan buatan yang dirancang sebagai pendamping digital untuk membantu proses adaptasi lintas budaya.

Sementara itu, inovasi lainnya hadir melalui pengembangan bioplastik berbahan pati biji durian, bioplastik berbahan pati singkong dengan indikator kubis ungu, produk makanan kucing berbasis bubuk cangkang telur, sabun antiseptik berbahan daun binahong dan bunga telang, hingga solusi bio-acoustic yang terinspirasi dari struktur sarang kelelawar.

Keragaman karya tersebut memperlihatkan bahwa riset murid MAN IC OKI tidak berhenti pada pemenuhan tugas akademik. Murid didorong untuk membaca persoalan, merumuskan gagasan, mengembangkan solusi, dan mengkomunikasikan hasilnya dalam forum kompetisi ilmiah.

Buah Persiapan Berbulan-bulan

Capaian tersebut tidak lahir secara instan. Para murid bersama guru pembimbing menjalani proses persiapan selama berbulan-bulan. Mulai dari menemukan ide, melakukan penelitian dan pengembangan, menyempurnakan produk, menyiapkan presentasi, hingga mempersiapkan diri menghadapi kompetisi dengan peserta dari berbagai negara.

Salah seorang murid MAN IC OKI, Fakhira, mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian yang diraih.

“Alhamdulillah, ini capaian luar biasa kami. Dari persiapan berbulan-bulan, tim siswa dan guru kompak. Akhirnya mendapatkan juara!”

Menurut Fakhira, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja sama antara murid dan guru dalam melewati proses persiapan yang panjang. Kekompakan tim menjadi salah satu kekuatan hingga karya yang dikembangkan mampu tampil dalam kompetisi internasional.

Kepala MAN IC OKI, Hj. Komariah Hawa, menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh murid dan guru pembimbing. Menurutnya, capaian di IIIEX memiliki makna lebih luas daripada sekadar perolehan medali.

“Alhamdulillah, suatu kebanggaan kami atas kerja keras murid dan guru. Ini tentu jadi prestasi yang sangat keren dan bermanfaat bagi murid untuk portofolio. Mereka tahun depan akan berkuliah, ini bisa jadi sertifikat penguat masuk PTN/PTLN dan beasiswa. Selamat semuanya!”

Ia menilai pengalaman mengikuti kompetisi internasional menjadi bagian penting dalam mempersiapkan murid memasuki jenjang pendidikan tinggi. Selain menghasilkan karya, murid memperoleh pengalaman berkompetisi, berkomunikasi, bekerja dalam tim, mempertanggungjawabkan gagasan, serta berhadapan dengan peserta dari berbagai negara.

Capaian tersebut juga menjadi bagian dari upaya MAN IC OKI untuk terus memperkuat ekosistem riset dan inovasi. Melalui pengalaman seperti IIIEX, murid tidak hanya belajar menghasilkan karya, tetapi juga belajar bahwa sebuah gagasan membutuhkan proses panjang untuk dapat berkembang menjadi inovasi yang bernilai.

Membawa Nama Madrasah ke Panggung Internasional

Keikutsertaan 90 murid dalam 15 tim pada IIIEX 2026 menjadi catatan penting bagi perjalanan pengembangan riset di MAN IC OKI. Dengan berhadapan dengan 252 tim dari tujuh negara, para murid mendapatkan pengalaman akademik sekaligus pengalaman internasional yang tidak diperoleh hanya melalui pembelajaran di ruang kelas.

Prestasi ini sekaligus mempertegas bahwa madrasah memiliki potensi besar dalam melahirkan generasi yang mampu memadukan keunggulan akademik, kreativitas, riset, teknologi, dan kemampuan memecahkan persoalan nyata.

Bagi MAN IC OKI, IIIEX 2026 bukan sekadar tentang membawa pulang medali. Lebih dari itu, ajang ini menjadi ruang bagi murid untuk berani memiliki gagasan, menguji gagasan, mempertahankan gagasan, dan membawa gagasan tersebut ke panggung dunia. (Af)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *