Malang — Tujuh murid Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Ogan Komering Ilir (MAN IC OKI) siap berlaga pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 tingkat nasional yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur. Mereka akan bersaing dengan ratusan talenta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia dalam babak final yang berlangsung 16–20 September 2026.

Ketujuh murid MAN IC OKI yang berhasil menembus babak final tersebut adalah Luqman Hakim pada bidang Fisika, Pascal Chitobi dan Luthfi Trianda Desyaputra pada bidang Geografi, Shaff At Thoriq Zaman dan Muhammad Faiz Al Hadi pada bidang Ekonomi, Mohammad Noor Arifin Putra pada bidang Biologi, serta Reyhan Averilleo P pada bidang Kimia.

Mereka kini berada di antara 570 peserta dari 38 provinsi yang lolos ke putaran final OSN jenjang SMA/MA/SMK sederajat. Para finalis merupakan peserta yang telah melewati rangkaian seleksi berjenjang hingga semifinal nasional. Tahun ini, kompetisi memperlombakan 10 bidang, yakni Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Informatika, Ekonomi, Geografi, Astronomi, Kebumian, dan Artificial Intelligence (AI). 

Final OSN 2026 memasuki fase kompetisi pada 16–17 September. Sebelumnya, para peserta mengikuti kedatangan, pembukaan, dan technical meeting. Setelah kompetisi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Bina Talenta Indonesia (BTI) Kolaboratif, penutupan, serta penganugerahan pada 19 September. 

Keberhasilan tujuh murid MAN IC OKI melaju ke final tahun ini sekaligus memperpanjang jejak prestasi madrasah di OSN. Pada OSN 2025, MAN IC OKI mencatat empat capaian nasional, yakni Muhammad Isio Araya dan Luqman Hakim yang meraih medali perunggu bidang Fisika, Galang Widiansyah dengan medali perunggu bidang Kimia, serta Muhammad Akram Izzun Allfara yang memperoleh Honorable Mention bidang Astronomi.

Catatan tersebut memberikan konteks penting bagi perjuangan MAN IC OKI pada OSN 2026. Tahun ini, jumlah wakil yang berhasil mencapai babak final meningkat menjadi tujuh murid.

Nama Luqman Hakim bahkan kembali menghiasi panggung nasional. Setelah meraih medali perunggu Fisika pada OSN 2025, Luqman kembali lolos ke final OSN 2026 pada bidang yang sama. Keberlanjutan tersebut menjadi salah satu gambaran konsistensi pembinaan talenta sains di MAN IC OKI.

Secara nasional, persaingan OSN 2026 juga semakin besar. Kemendikdasmen mencatat jumlah pendaftar OSN meningkat dari 806.285 peserta pada 2025 menjadi 941.692 peserta pada 2026, atau bertambah sekitar 17 persen. Peserta berasal dari 38 provinsi, 506 kabupaten/kota, serta Sekolah Indonesia Luar Negeri di enam negara. 

Kepala MAN IC OKI, Hj. Komariah Hawa, Ph.D., turut hadir mendampingi para murid bersama para pembimbing selama mengikuti rangkaian final OSN 2026 di Malang.

Komariah memberikan pesan kepada para peserta agar menjalani kompetisi dengan penuh keyakinan, sekaligus menyerahkan hasil perjuangan kepada Allah Swt.

“Bismillah, selamat berkompetisi. Kami mendoakan yang terbaik dan semoga Allah memberikan kelancaran dan hasil terbaik untuk anak-anak soleh.”

Pendampingan kepala madrasah dan para pembimbing menjadi bagian dari ikhtiar untuk memastikan para murid tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki ketenangan dan kepercayaan diri ketika menghadapi kompetisi tingkat nasional.

Bagi tujuh murid MAN IC OKI, final OSN 2026 menjadi kesempatan untuk menguji hasil pembinaan yang telah mereka jalani sekaligus membawa nama madrasah di panggung nasional. Di tengah persaingan dengan ratusan finalis terbaik Indonesia, mereka dituntut memberikan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung sportivitas dan integritas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *