Kayuagung, Humas—Acara puncak semarak Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama RI di Kabupaten Ogan Komering Ilir digelar dengan Upacara dan Syukuran (3/1). Pada upacara yang dihelat di lapangan utama MAN IC OKI ini, Inspektur dan seluruh peserta upacara kenakan pakaian adat nusantara.

Mengindahkan Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 42 Tahun 2022 yang salah satu isinya bahwa peserta upacara diinstruksikan untuk mengenakan pakaian adat nusantara. Maka, seluruh peserta upacara termasuk inspektur upacara, Bupati OKI, yang diwakili Asisten I, Drs. H. Antoius Leanordo, M.Si. mengenakan pakaian adat.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Asisten I Bupati, membacakan pidato Menteri Agama. Dalam pidatonya beliau mengajak peserta upacara untuk bersyukur atas nikmat nikmat tuhan YME dan mengevaluasi diri guna memperbaiki layanan umat.

Ia juga mengajak peserta upacara memperkuat kerukunan umat. “Melalui peringatan HAB ke-77 ini juga mari kita jadikan momentum untuk meningkatkan soliditas organisasi. Kita harus berada dalam satu barisan yang kuat, kokoh, dan terorganisir untuk Kementerian Agama yang lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.”

Selesai upacara, acara kemudian dilanjutkan dengan Syukuran HAB ke-77 di Auditorium MAN IC OKI.

Kepala MAN Insan Cendekia OKI, H. Kiagus Faisal, sebagai ketua pelaksana Semarak HAB ke-77 Kemenag di Kabupaten OKI melaporkan bahwa kegiatan ini telah dilaksanakan dengan rangkaian.

“Kami laporkan juga bahwa, pada tanggal 19—21 (12) kemarin, kita adakan POR-HAB, dilanjutkan Khitanan Massal dan Santunan pada tanggal 28 (12), dan hari ini merupakan puncak kegiatan HAB di Kabupaten OKI”, Lapor Faisal dalam syukuran.

Faisal juga menyampaikan bahwa seluruh peserta upacara diinstruksikan untuk mengindahkan SE Menag Nomor 42 tahun 2022 dengan mengenakan pakaian adat nusantara.

“Ada yang adat Jawa, Sunda, Minang, Bali, sampai baju adat pengantin Palembang. Dan ini Bapak Bupati, perlu kita apresiasi, bahwa dengan adanya kegiatan semacam ini, terjadinya efek ekonomi yang terjadi di Kabupaten OKI, bagaimana orang jual pakaian, penjahit, sampai dengan yang sewa. Dampak sosial, ekonomi, dan tentunya kerukunan antarsuku dan golongan berdampak positif dengan pakaian adat ini.

Dalam syukuran tersebut, juga ditutup dengan pengumuman pemenang POR-HAB ke-77 Kemenag di OKI, pemberian penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada PNS Kemenag, serta pemberian apresiasi kepada siswa berprestasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *