Kayuagung, Humas—MAN Insan Cendekia OKI merupakan madrasah unggulan berbasis boarding school yang bukan hanya mencetak lulusannya yang cerdas akademik, tetapi juga menjaminnya berakhlak karimah dan terampil teknologi. Lantas bagaimana kebiasaan belajar peserta didiknya?

Dalam proses pendidikan di MAN IC OKI, peserta didik harus mampu beradaptasi dengan daily activities sekaligus memanajemen waktu belajarnya. Kegiatan dimulai ketika peserta didik bangun tidur.

Waktu Kegiatan
03.45—04.30 Bangun tidur; sholat tahajud, sahur (Senin-Kamis)
04.30—05.30 Sholat Subuh Berjamaah, Tausiyah Subuh, dan Tahfid
05.30—06.20 Sarapan dan pesiapan apel pagi
06.20—06.40 Apel kedisiplinan
06.40—06.45 Menuju Ruang Kegiatan Belajar (RKB)
06.45—07.00 Penguatan literasi, penguatan bahasa asing, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan berdoa.
09.20—09.40 Istirahat sholat duha
12.00—13.00 Istirahat, sholat dzuhur, dan makan.
07.00—15.20 Proses pembelajaran di RKB
15.20—15.45 Istirahat dan sholat ashar
15.45—17.00 Klinik Pembelajaran, Kerja Kelompok, dan atau olahraga.
17.00—17.45 Makan dan persiapan sholat magrib
17.45—20.00 Sholat magrib, materi keagamaan, tahfidz, dan sholat isya.
20.00—21.30 Belajar mandiri terbimbing (tutorial)
21.30—22.00 Persiapan istirahat malam

 

Padatnya aktivitas di madrasah harus mampu di-“manag” oleh peserta didik. Dengan karakter yang berbeda, mereka memiliki kebiasaan masing-masing dalam memanfaatkan waktu belajarnya.

Waktu efektif belajar mandiri, yaitu pada sore hari dan malam hari. Ini mereka manfaatkan misalnya dengan mengikuti Klinik Pembelajaran, tutor sebaya, mengikuti kelas bimbel ekternal, dan atau belajar mandiri.

Klinik Pembelajaran menjadi salah satu program unggulan madrasah bidang akademik. Klinik pembelajaran dilaksanakan pada sore hari di ruang kelas untuk semua mata pelajaran baik terjadwal maupun insidentil. Program ini diperuntukkan bagi peserta didik yang ingin mendapatkan pengayaan, remedial, atau intensif dengan mata pelajaran atau guru tertentu.

Muhammad Zainuddin, Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik menjelaskan bahwa selain klinik, peserta  didik juga terus mendapatkan bimbingan guru di malam hari.

“Ada program namanya tutorial, ini jam 8 malam biasanya guru-guru dijadwalkan mendampingi dan membimbing peserta didik. Jadi mereka belajar terbimbing, bukan hanya di ruang tutorial, mereka juga bisa datang langsung ke rumah guru-gurunya untuk belajar intentif. Dan guru wajib membuka pintu dan mengajarkan.” Terang Zainuddin.

MAN IC OKI juga memberikan ruang bagi peserta didik apabila mau menambah belajarnya dengan bimbel online. Atau sekadar belajar totor sebaya.

“Asal mereka mampu memanajemen waktu, sialakan (bimbel online). Tapi, perlu diingat, di sini (MAN IC OKI) mereka justru nyaman juga dengan totor sebaya. Ada teman-temannya di kelas yang paham satu materi, maka ia akan mendesiminasikan kepada teman-teman lainnya”, lanjut Zainuddin.

Memang, tampak dari perhatian Jurnalis bahwa peserta didik tak jarang berkelompok di sudut-sudut ruang belajar, seperti Gazebo, mereka sedang kerja kelompok atau sekadar sharing dan tutor sebaya. Ada juga gaya belajar mereka yang banyak memanfaatkan e-learning dan google sebagai media belajarnya.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala MAN Insan Cendekia OKI, H. Kiagus Faisal bahwa madrasah memberikan kesempatan untuk peserta didik belajar mandiri atau berkelompok tetapi tetap dibimbing atau diawasi.

“Tutor sebaya atau online juga boleh. Kita punya High Protection System, pengawasan 24 Jam. Ada tim security dan ratusan CCTV yang memantau. Jadi, segala kemungkinan yang negative kita minimalisir, yang jelas kita dukung siswa belajar dengan nyaman.” Kata Faisal dalam apel pembinaan beberapa waktu lalu.

Selain belajar akademik, mereka juga memanfaatkan waktu untuk meningkatkan kompetensinya dalam berbagai bidag. Misalnya, peserta didik yang memiliki target khusus dalam menghafal Al-Quran, ia memanfaatkan waktu untuk banyak menghafal. Siswa yang hobi dan mengembangkan diri dalam olahraga, mereka akan berolahraga di lapangan yang telah disediakan.

Dari beberapa keterangan di atas, tim Jurnalis coba mengklasifikasikan bahwa peserta didik memiliki kebiasaan belajar dengan cara:

  1. mengikuti klinik pembelajaran dengan guru;
  2. Tutor sebaya;
  3. mengikuti kelas bimbel ekternal;
  4. belajar mandiri terbimbing guru;
  5. belajar intentif persiapan kompetisi;
  6. berolahraga;
  7. berlatih sesuai minat dan bakat;
  8. menghafal Quran; dan
  9. belajar mandiri menggunakan e-learning, google, dan sumber belajar lainnya. (Afr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *